Kamis, 03 Desember 2015

Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi Sesuai Tumbuh Kembang


A.    Pengertian Sistem Pencernaan :
Sistem pencernaan atau sistem gastroinstestinal (mulai dari mulut sampai anus) adalah sistem organ dalam manusia yang berfungsi untuk menerima makanan, mencernanya menjadi zat-zat gizi dan energi, menyerap zat-zat gizi ke dalam aliran darah serta membuang bagian makanan yang tidak dapat dicerna atau merupakan sisa proses tersebut dari tubuh.
Saluran pencernaan terdiri dari mulut, tenggorokan (faring), kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum dan anus. Sistem pencernaan juga meliputi organ-organ yang terletak diluar saluran pencernaan, yaitu pankreas, hati dan kandung empedu.

B.     Anatomi dan Fisiologi Sistem Pencernaan :
1.        Mulut / Oris :
Mulut adalah suatu rongga terbuka tempat masuknya makanan dan air. Mulut merupakan bagian awal dari sistem pencernaan lengkap yang berakhir di anus. Skema melintang mulut, hidung, faring dan laring. Didalam rongga mulut terdapat :
a.    Geligi
b.    Lidah
c.    Kelenjar ludah
2.      Faring
Merupakan organ yang menghubungkan rongga mulut dengan kerongkongan (osofagus), di dalam lengkung faring terdapat tonsil (amandel) yaitu kumpulan kelenjar limfe yang banyak mengandung limfosit dan merupakan pertahanan terhadap infeksi.
Ke atas bagian depan berhubungan dengan rongga hidung dengan perantaraan lubang bernama koana. Keadaan tekak berhubungan dengan rongga mulut dengan perantaraan lubang yang disebut ismus fausium.
Bagian superior  disebut nasofaring, Pada nasofaring bermuara tuba yang menghubungkan tekak dengan ruang gendang telinga. Bagian media disebut orofaring, bagian ini berbatas ke depan sampai di akar lidah bagian inferior.
3.      Esofagus
Merupakan saluran yang menghubungkan tekak dengan lambung, panjangnya ± 25 cm, mulai dari faring sampai pintu masuk kardiak dibawah lambung. Lapisan dinding dari dalam ke luar, lapisan selaput lendir (mukosa), lapisan submukosa, lapisan otot melingkar sirkuler dan lapisan oto memanjang longitudinal.
Bagan posisi esofagus pada manusia, dilihat dari belakang. Esofagus terletak di belakang trakea dan di depan tulang punggung setelah melalui toraks menembus diafragma masuk ke dalam abdomen menyambung dengan lambung. Esofagus dibagi mejadi tiga bagian;
a.       Bagian superior (sebagian besar adalah otot rangka)
b.      Bagian tengah (campuran otot rangka dan otot halus)
c.       Bagaian inferior (terutama terdiri dari otot halus)
4.      Gaster / Lambung
Merupakan bagian dari saluran yang dapat mengembang paling banyak terutama di daerah epigaster, lambung terdiri dari bagian atas fundus uteri berhubungan dengan esofagus melalui orifisium pilorik, terletak dibawah diapragma didepan pankreas dan limpa, menempel disebelah kiri fundus uteri. Bagian lambung terdiri dari :
a.       Fundus ventrikuli, bagian yang menonjol ke atas terletak sebelah kiri osteum kardium dan biasanya penuh berisi gas.
b.      Korpus venrtikuli, setinggi osteum kardium, suatu lekukan pada bagian bawah kurvatura minor.
c.       Antrum pilorus, bagian lambung membentuk tabung mempunyai otot yang tebal membentuk sfingter pilorus.
d.      Kurvantura minor, terdapat sebelah kanan lambung terbentang dari ostium kardiak sampai ke pilorus.
e.       Kurvantura mayor, lebih panjang dari kurvantura minorterbentang dari sisi kiri osteum kardiakum melalui fundus ventrikuli menuju ke kanan sampai ke pilorus inferior. Ligamentum gastro lienalis terbentang dari bagian atas kurvantura mayor sampai ke limpa.
f.       Osteum kardiakum, meruapakan tempat dimana esofagus bagian abdomen masuk ke lambung. Pada bagian ini terdapat orifisium pilorik.
5.      Pankreas
Sekumpulan kelenjar yang strukturnya sangat mirip dengan kelenjar ludah panjangnya kira-kira 15 cm, lebar 5 cm mulai dari duodenum samapai ke limpa dan beratnya rata-rata 60-90 gr. Terbentang pada vertebralumbalis I dan II di belakang lambung.

6.      Kantung Empedu
Sebuah kantong berbentuk terang dan merupakan membran berotot, letaknya dalam sebuah lobus di sebelah permukaan bawah hati sampai pinggir depannya, panjangnya 812 cm berisi 60 cm³. Kantung empedu (berwarna hijau) dalam sistem pencernaan manusia.
7.      Hati
Merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh, terletak dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya dibawah difragma. Berdasarkan fungsinya, hati juga termasuk sebagai alat sekresi. Hal ini dikarenakan hati membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan amonia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino. Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut proses detoksifikasi.
8.      Usus Halus / Intestinum Minor
Usus halus atau usus kecil adalah bagian dari saluran pencernaan yang terletak di antara lambung dan usus besar. Usus halus terdiri dari tiga bagian yaitu usus dua belas jari (duodenum), usus kosong (jejenum), usus penyerapan (illeum). Pada usus dua belas jari terdapat dua muara saluran yaitu dari pankreas dan kantung empedu.
9.      Usus Besar / Intestinum Mayor
Usus besar atau kolon dalam anatomi adalah bagian usus antara usus buntu dan rektum.  Fungsi usus besar adalah menyerap air dari makanan, tempat feses, dan tempat tinggal bakteri koli. Bagian-bagian usus besar atau kolon :
a.       Kolon asendens. Panjangnya 13 cm, terletak dibawah abdomen sebelah kanan membujur ke atas dari ileum ke bawah hati. Di bawah hati melengkung ke kiri, lengkungan ini disebut fleksura hepatika.
b.      Kolon transversum. Panjangnya ± 38 cm, membujur dari kolon asendens sampai ke kolon desendens berada di bawah abdomen, sebelah kanan terdapat fleksura hepatika dan sebelah kiri terdapat fleksura lienalis.
c.       Kolon desendens. Panjangnya ± 25 cm, terletak di bawah abdomen bagian kiri membujur dari atas ke bawah dari fleksura lienalis sampai ke depan ileum kiri, bersambung dengan kolon sigmoid.
d.      Kolon sigmoid. Merupakan lanjutan dari kolon desendens terletak miring, dalam rongga pelvis sebelah kiri bentuknya menyerupai huruf S, ujung bawahnya berhubungan dengan rektum.
e.       Rektum. Terletak di bawah kolon sigmoid yang menghubungkan intestinum mayor dengan anus, terletak dalam rongga pelvis di depan os sakrum dan os koksigis.
10.  Usus Buntu
Usus buntu dalam bahasa latin disebut appendiks vermiformis. Pada awalnya organ ini dianggap sebagai organ tambahan yang tidak memiliki fungsi, tetati saat ini diketahui bahwa fungsi apendiks adalah sebagai organ imunologik dan secara aktif berperan dalam sekresi immunoglobulin (suatu kekebalan tubuh) dimana memiliki/berisi kelenjar limfoid.
11.  Umbai Cacing
Umbai cacing adalah organ tambahan pada usus buntu. Umbai cacing terbentuk dari caecum pada tahap embrio. Dalam orang dewasa, umbai cacing berukuran 10 cm tetapi bisa bervariasi 2 sampai 20 cm.walaupun lokasi apendiks selalu tetap, lokasi umbai cacing bisa berbeda-beda bisa di retrocaecal atau di pinggang (pelvis) yang jelas tetap terletak di peritoneum.

12.  Rektum
Rektum dalam bahasa latin regere (meluruskan , mengatur). Organ ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara feses. Mengembangnya dinding rektum karena penumpukan material di dalam rektum akan memicu sistem saraf yang menimbulkan keinginan untuk melakukan defekasi. Jika defekasi tidak terjadi, sering kali material akan dikembalikan ke usus besar, dimana penyerapan air akan kembali dilakukan. Jika defekasi tidak terjadi untuk periode yang lama, konstipasi dan pengerasan feses akan terjadi.
13.  Anus
Anus adalah bagian dari saluran pencernaan yang menghubungkan rektum dengan dunia luar (udara luar). Terletak di dasar pelvis bagian posterior dari peritoneum. Dindingnya diperkuat oleh 3 otot sfingter yaitu:
a.       Sfingter ani internus (sebelah atas), bekerja tidak menurut kehendak.
b.      Sfingter levator ani, bekerja juga tidak menurut kehendak.
c.       Sfingter ani eksternus (sebelah bawah), bekerja sesuai kehendak.

C.     PROSES PEMENUHAN NUTRISI SEL TUBUH :
1. Nutrisi yang Dibutuhkan oleh Sel Tubuh :
Untuk pertumbuhan, perkembangan dan aktifitas sel diperlukan nutrisi yang cukup sehingga sel tubuh dapat tumbuh dan berkembang serta dapat menjalankan fungsinya. Nutrisi yang dibutuhkan oleh sel-sel tubuh secara garis besar meliputi: karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan air.
a.    Karbohidrat : Semua jenis karbohidrat terdiri atas unsur-unsur karbon (C), hidrogen (H) dan oksigen (O). Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi manusia dan hewan. Produk yang dihasilkan terutama dalam bentuk gula sederhana yang mudah larut dalam air mudah diangkut ke seluruh sel-sel guna penyediaan energi. Nilai energi karbohidrat adalah 4kkal per gram. Berdasarkan gugus penyusun gulanya dapat dibedakan menjadi monosakarida, disakarida, dan polisakarida. Fungsi karbohidrat adalah: Sebagai sumber energi utama, Sebagai bahan pembentuk senyawa kimia lain, misalnya asam lemak sebagai penyusun lemak dan asam amino sebagai penyusun protein, Sebagai komponen penyusun gen dalam inti sel yang sangat penting dalam pewarisan sifat, Sebagai senyawa yang membantu proses berlangsungnya BAB.

b.      Lemak : Lemak merupakan senyawa organik majemuk, terdiri dari unsur karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O) dan terkadang tersusun oleh fosforus (P) dan nitrogen (N). Lemak diserap  oleh tubuh dalam bentuk gliserol dan asam lemak. Fungsi lemak bagi tubuh adalah: Sebagai pelindung tubuh dari pengaruh suhu rendah,  Sebagai pelarut vitamin A, D, E, K, Sebagai penghasil energi tertinggi, karena setiap gram lemak menghasilkan 9,3 kkal, Sebagai salah satu bahan penyusun membran sel, Sebagai salah satu bahan penyusun hormon dan vitamin (khusus untuk sterol), Sebagai salah satu bahan penyusun garam empedu, asam kholat (di dalam hati), dan hormon seks (khusus untuk kolesterol).

c.       Protein : Protein adalah suatu senyawa organik yang tersusun oleh unsur-unsur karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan terkadang juga mengandung unsur fosfor dan belerang. Komponen dasar dari senyawa protein adalah asam amino yang dibedakan menjadi tiga golongan (menurut Dr. Rose)  yaitu: asam amino esensial, semiesensial, dan non esensial. Fungsi protein bagi tubu adalah:
1.      Sebagai zat pembangun tubuh, menyusun sel-sel baru untuk pertumbuhan dan memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak.
2.      Sebagi bahan baku enzim, antibodi dan hormon.
3.      Menjaga kestabilan tekanan osmotik cairan di dalam rongga tubuh.
4.      Sebagai penghasil energi apabila penghasil energi utama (karbohidrat dan lemak) tidak mencukupi.

d.      Vitamin : Vitamin dapat dikelompokkan menjadi vitamin yang larut dalam air (vitamin B dan C) dan vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E dan K). Fungsi vitamin bagi tubuh adalah:
1.       Memperlancar metabolisme tubuh.
2.      Sebagai biokatalisator reaksi dalam tubuh.

e.       Mineral : Garam mineral yang dibutuhkan oleh tubuh (baik terpisah maupun secara golongan antar unsur) adalah:
1.      Zat kapur (Ca), berfungsi membantu proses penggumpalan darah, mempengaruhi penerimaan rangsang pada syaraf, bersama fosfor membentuk matriks tulang.
2.      Fosfor, berfungsi dalam pembelahan inti sel dan memindahkan sifat-sifat keturunan, mempengaruhi semua proses perombakan dan pembentukan zat.
3.      Zat besi, berfungsi sebagai komponen dalam hemoglobin untuk mengikat oksigen dalam eritrosit.
4.      Flour, berfungsi menguatkan gigi.
5.      Kalium, berfungsi sebagai komponen anorganik yang penting di dalam cairan intraseluler, komponen penting dalam transmisi impuls syaraf dan kontraksi otot.
6.      Natrium dan chlor berfungsi membantu iritabilitas dari sel-sel otot, natrium sebagai buffer.

f.       Air : Air tergolong sebagai zat makanan karena air selalu diperlukan sebagai bahan pelarut dalam metabolisme tubuh. Air tidak menghasilkan energi. Air yang dibutuhkan oleh tubuh tergantung berat badan, jenis kelamin, aktivitas, dan suhu lingkungan. Di dalam jaringan tubuh, air digunakan untuk:
1.      Melarutkan senyawa lain.
2.      Mengangkut zat dari sel ke sel atau dari jaringan ke jaringan lainnya.
3.      Menjaga stabilitas suhu tubuh.

D.    Proses Pengolahan Nutrisi di Dalam Tubuh
Zat makanan atau nutrisi yang kita makan akan diproses oleh sistem pencernaan makanan yang terdiri atas rongga oral, faring, esofagus, lambung, usus halus, pankreas, hati dan kandung empedu, usus besar, rectum, dan anus.
Ketika makanan masuk dalam rongga oral, makanan tersebut dicerna dengan bantuan gigi, lidah dan kelenjar saliva. Setelah makanan tersebut lunak maka akan ditelan menuju faring dan esofagus. Setelah melalui gerakan peristaltis esofagus, makanan masuk ke lambung akan diproses lagi dengan bantuan enzim pencernaan. Kemudian setelah melalui proses pencernaan di lambung, makanan akan masuk ke usus halus dan diproses lagi dengan bantuan enzin dan hormon, dan di absorbsi oleh usus halus. Makanan yang telah diproses di usus halus akan diseleksi oleh pankreas, hati dan kandung empedu. Makanan yang dibutuhkan oleh tubuh disalurkan ke seluruh sel sedangkan makanan yang tidak dibutuhkan akan masuk ke usus besar kemudian dikeluarkan melalui anus.

E.     Hormon-hormon yang terkait dengan kebutuhan nutrisi makro mikro nutrien :
1.      Gastrin :
Gastirn diproduksi di dinding lambung. Distimulus untuk produksi makanan dalam lambung. Pengaruh hormon ini dalam mengatur pencernaan sebagai perangsang sekresi terus-menerus getah lambung.
Peregangan serta adanya jenis makanan tertentu dalam lambung menimbulkan dikeluarkannya hormon gastrin dari bagian mukosa antrum. Hormon ini mempunyai efek yang kuat menyebabkan sekresi getah lambung yang sangat asam oleh bagian fundus lambung. Akan tetapi, gastrin juga mempunyai efek perangsangan yang kuat pada fungsi motorik lambung. Yang paling penting, gastrin meningkatkan aktivitas pompa pilorus sedangkan pada saat yang sama melepaskan pilorus itu sendiri. Jadi, gastrin kuat pengaruhnya dalam mempermudah pengosongan lambung. Gastrin mempunyai efek konstriktor pada ujung bawah esofagus untuk mencegah refluks isi lambung ke dalam esofagus selama peningkatan aktivitas lambung
2.      Enterogastron (sekretin)
Sekretin distimulus untuk produksi bubur makanan (chime) asam dalam duodenum. Pengaruh hormon ini dalam proses pencernaan yaitu merangsang pankreas untuk mengeluarkan bikarbonat, yang menetralkan bubur makanan (chime) asam dalam duodenum.
Sekretin merangsang sekresi usus serta pengeluaran bikarbonat oleh pankreas, untuk menetralkan asam. Hal ini penting karena enzim-enzim yang diperlukan untuk pencernaan di usus halus tidak dapat bekerja dalam lingkungan asam.
3.      Cholecystokinin (CCK)
Cholecystokinin (CCK) diproduksi di dinding duodenum. Distimulus untuk produksi asam amino atau asam lemak dalam chime. Pengaruhnya untuk merangsang pancreas mengeluarkan enzim pancreas ke dalam usus halus, merangsang kantung empedu untuk berkontraksi, yang mengeluarkan empedu ke dalam usus halus.
Cholecystokinin (CCK) dilepaskan dari usus halus terutama sebagai respons terhadap lemak. CCK menyebabkan sekresi usus, kontraksi kandung empedu, dan pengeluaran empedu. Empedu penting untuk pencernaan lemak.
Duodenum menerima enzim pankreatik dari pankreas dan empedu dari hati. Cairan tersebut (yang masuk ke dalam duodenum melalui lubang yang disebut sfingter Oddi) merupakan bagian yang penting dari proses pencernaan dan penyerapan.
4.      Enterogastron lain
Tempat produksi dinding duodenum. Distimulus untuk produksi chime dalam duodenum. Pengaruhnya menghambat peristalsis (memperlambat masuknya makanan dalam usus halus).

F.      Makronutrien dan Mikronutrien
1.      Makronutrien
Karbohidrat adalah kelompok nutrien yang penting dalam susunan makanan dan Merupakan zat utama penunjang tubuh dlm penyediaan energi yg berbentuk glukosa. Dalam sel glukosa di rubah menjadi energi dengan proses oksidasi yg menghaslkan ATP, kalori & zat buangan (air & CO2). Penyimpanan glukosa dlm bentuk glikogen --- di hati dan otot. Glikogen sewaktu2 di rubah menjadi glukosa kembali bila tubuh memerlukan. Glikogen akan mensuplai keb.energi bila glukosasdh tidak memungkinkan lagi & dapat berjalan selama 12 jam. Bila glikogen & glukosa habis --- tubuh akan memecah protein & lemak sebagai bahan energi. Jumlah karbohidrat yang dibutuhkan tbh : 60% energ keseluruhan. Kebutuhan karbohidrat u/ org dws dgn aktivits sedang 5,5 gr/KgBB/hari.(1 gr karb.membrkn energi 4 kalori)

G.    Metabolisme Karbohidrat, lemak, dan protein :
1.      METABOLISME KARBOHIDRAT (Carbohydrate Metabolisme)
·      Pencernakan : proses pemecahan makanan dari bentuk komplek menjadi bentuk sederhana
·      Karbohidrat: dari polisakarida dirubah menjadi monosakarida (galaktose, fruktose, glukose)
·      Glukose merupakan monosakarida terbanyak dalam sirkulasi (70 – 110 mg/ml)

Galaktose dan fruktose dikonversi oleh hati dengan enzim yang sesuai menjadi glukose , kemudian masuk sirkulasi
a.    Fase Metabolisme Karbohidrat
GLIKOLISIS
·      Proses perubahan glukose menjadi asam piruvat atau asetil coenzim-A
·       Glikolisis terjadi di sitoplasma
·      Glukose tidak dapat langsung diffusi ke sel
·      Glukose harus berikatan dulu dengan carrier: G + C → GC → GC dapat berdiffusi kedalam sel
·      Didalam sel GC → G + C




2.      METABOLISME PROTEIN
PROTEIN TUBUH
·      ¾ zat padat tubuh terdiri dari protein (otot, enzim, protein plasma, antibodi, hormon)
·      Protein merupakan rangkaian asam amino dengan ikatan peptide
·      Banyak protein terdiri ikatan komplek dengan fibril → protein fibrosa
·      Macam protein fibrosa: kolagen (tendon, kartilago, tulang); elastin (arteri); keratin (rambut, kuku); dan aktin-miosin

MACAM PROTEIN
·      Peptide: 2 – 10 asam amino
·      Polipeptide: 10 – 100 asam amino
·      Protein: > 100 asam amino
·      Antara asam amino saling berikatan dengan ikatan peptide
·      Glikoprotein: gabungan glukose dengan protein
·      Lipoprotein: gabungan lipid dan protein

TRANSPORT PROTEIN
·      Protein diabsorpsi di usus halus dalam bentuk asam amino → masuk darah
·      Dalam darah asam amino disebar keseluruh sel untuk disimpan
·      Didalam sel asam amino disimpan dalam bentuk protein (dengan menggunakan enzim)
·      Hati merupakan jaringan utama untuk menyimpan dan mengolah protein

 PENGGUNAAN PROTEIN UNTUK ENERGI
·      Jika jumlah protein terus meningkat → protein sel dipecah jadi asam amino untuk dijadikan energi atau disimpan dalam bentuk lemak
·      Pemecahan protein jadi asam amino terjadi di hati dengan proses: deaminasi atau transaminasi
·      Deaminasi: proses pembuangan gugus amino dari asam amino
·      Transaminasi: proses perubahan asam amino menjadi asam keton

3.      METABOLISME LEMAK (LIPID/ FAT METABOLISM)
MACAM LEMAK
·      Lemak biologis yang terpenting: lemak netral (trigliserida), fosfolipid, steroid
·      Asam palmitat: CH3(CH2)14-COOH
·      Asam stearat: CH3(CH2)16-COOH
·      Asam oleat: CH3(CH2)7CH=CH(CH2)7COOH
·      Trigliserida: ester gliserol + 3 asam lemak
·      Fosfolipid: ester gliserol + 2 asam lemak + fosfat
·      Steroid: kolesterol dan turunanya (hormon steroid, asam lemak dan vitamin)

ABSORPSI LEMAK
·      Lemak diet diserap dalam bentuk: kilomikron → diabsorpsi usus halus masuk ke limfe (ductus torasikus) → masuk darah
·      Kilomikron dalam plasma disimpan dalam jaringan lemak (adiposa) dan hati
·        Proses penyimpananya: kilomikron dipecah oleh enzim lipoprotein lipase (dalam membran sel) → asam lemak dan gliserol
·      Didalam sel asam lemak disintesis kembali jadi trigliserida (simpanan lemak)

H.    Metabolisme Purin, Pirimidin, dan Porfirin
1.      METABOLISME PURIN DAN PIRIMIDIN
a.       ASAM NUKLEAT
·      Asam  nukleat atau  asam inti, dikatakan demikian karena asam tersebut  pertama kali diketemukan didalam inti sel
·      Didalam inti sel asam nukleat ada dalam bentuk: DNA dan RNA
·      DNA (Deoksiribo Nukleic Acid) merupakan bahan genetik yang disebut Gen
·      RNA (Ribo Nukleic Acid) merupakan bahan cetakan (template) informasi genetic
b.      NUKLEOPROTEIN
·      Nukleoprotein → asam nukleat + protein
·      Asam nukleat → gabungan nukleotida
·       Nukleotida → nukleosida + asam fosfat
·      Nukleosida → basa purin/pirimidin + pentosa
·      Hidrolisis nukleoprotein → protein, asam fosfat, pentosa, basa purin atau basa pirimidin

MACAM ASAM NUKLEAT : 
1.    DNA (deoksiribonucleic acid)
2.    RNA (ribonucleic acid)

PURIN DAN PIRIMIDIN
·           Inti Purin dan Pirimidin adalah inti dari senyawa komponen molekul nukleotida asam nukleat RNA dan DNA
·           Derivat Purin berupa senyawa: Adenin dan Guanin
·           Derivat Pirimidin berupa senyawa: sitosin, urasil dan timin
·           Basa Purin (adenin, guanin)
·           Basa Pirimidin (sitosin, urasil, timin)
·           Nukleosida diberi nama sesuai nama basa pembentuknya: adenin nukleisida (adenosin), guanin nukleisida (guanosin), urasil nukleosida (uridin), timin nukleisida (timidin), sitosin nukleisida (sitidin)

PURIN DAN PIRIMIDIN
·      Purin dan pirimidin merupakan komponen utama DNA, RNA, koenzim, (NAD, NADP, ATP, UDPG)
·      Contoh Purin: (adenin, guanin, hipoxantin, xantin) → dimetabolisme jadi asam urat
·      Contoh Pirimidin: (sitosin, urasil, timin) → dimetabolisme jadi CO2 dan NH3

2.      METABOLISME PORFIRIN
Porfirin adalah senyawa siklik yang dibentuk dari gabungan empat cincin pirol melalui jembatan metenil (-CH=). Sifat khas porfirin adalah pembentukan kompleks dengan ion-ion logam (metaloporfirin) yang terikat pada atom nitrogen cincin-cincin pirol. Sebagai contoh misalnya heme yang merupakan porfirin besi dan klorofil, merupakan porfirin magnesium.
Di alam, metabolisme porfirin terkonjugasi dengan protein membentuk senyawa-senyawa penting dalam proses biologi, antara lain: (1) Hemoglobin, merupakan porfirin besi yang terikat pada protein globin dan mempunyai fungsi penting pada mekanisme transport oksigen dalam darah;(2) Mioglobin, merupakan pigmen pernafasan yang terdapat dalam sel-sel otot; (3) Sitokrom, berperan sebagai pemindah elektron (electron transfer) pada proses oksidasi reduksi.
a.    Kimia Porfirin :
Porfirin mengandung nitrogen tersier pada 2 cincin pirolen sehingga bersifat basa lemah dan adanya gugus karboksil pada rantai sampingnya menyebabkan juga bersifat asam. Titik isoelektriknya berkisar pada pH 3-4, sehingga pada pH trersebut porfirin mudah diendapkan dalam larutan air.
Berbagai jenis porfirinogen tidak berwarna, sedangkan berbagai jenis porfirin berwarna. Porfirin dan derivat-derivatnya mempunyai spektrum absorbsi yang khas pada daerah yang dapat dilihat dan pada daerah ultraviolet. Larutan porfirin dalam HCl 5% mempunyai pita absorbsi pada 400 nm yang disebut pita Soret.
Porfirin dalam asam mineral kuat atau pelarut organik dan kemudian disianari sinar ultraviolet akan memancarkan fluoresensi merah yang kuat. Sifat fluoresensi ini sangat khas sehingga sering dipakai untuk mendeteksi porfirin bebas dengan jumlah yang sedikit. Sifat absorbsi dan fluoresensi yang khas dari porfirin disebabkan oleh ikatan rangkap yang menyatukan cincin pirol. Ikatan rangkap ini tidak ada pada porfirinogen sehingga tidak menunjukkan sifat-sifat tersebut. Jika porfirinogen mengalami oksidasi dengan melepaskan 6 atom H akan terbentuk porfirin yang mempunyai ikatan rangkap.

I.       Pembentukan Urea :
Ginjal sangat berperan dalam menjaga homeostasis milleu internal. Fungsi ginjal meliputi fungsi regulator (cairan, elektrolit, pH), fungsi ekskresi (produk akhir metabolisme tubuh, senyawa asing), fungsi sekresi (erythropoietin, renin), dan fungsi metabolisme (vitamin D). Proses pembentukan urin melewati tahap, yaitu ultrafiltrasi glomerular, reabsorpsi tubular, dan sekresi tubular.
Ultrafiltrasi Glomerular : Darah yang mengalir melewati glomerulus akan mengalami ultrafiltrasi melalui membran glomerulus yang terdiri dari dinding kapiler glomerulus (selapis endotel), membran basal (kolagen dan glikoprotein), dan lapisan dalam kapsul Bowman (podosit). Gaya pendorong pada proses ini merupakan resultan gaya dari tekanan yang mendorong ultrafiltrasi (tekanan hidrostatik darah kapiler glomerulus) dan tekanan yang melawan ultrafiltrasi (tekanan osmotik koloid dan tekanan hidrostatik kapsul Bowman). Laju filtrasi glomerulus berbanding lurus dengan resultan tekanan filtrasi dan koefisien filtrasi. Koefisien filtrasi meliputi luas area filtrasi dan permeabilitas membran glomerulus. Hasil ultrafiltrasi ini berupa plasma tanpa protein (urin primer) dan ditampung di ruang Bowman yang selanjutnya akan diteruskan ke tubulus-tubulus ginjal.
Reabsorpsi Tubular : Reabsorpsi tubulus merupakan proses menyerap zat-zat yang diperlukan tubuh dari lumen tubulus ke kapiler peritubulus. Proses ini merupakan transport transepitel karena sel-sel tubulus yang berdekatan dihubungkan oleh tight junction. Proses reabsorpsi ini dapat bersifat pasif maupun aktif.
·  Reabsorpsi natrium terjadi secara aktif disepanjang tubulus kecuali pada ansa Henle pars descendens. Pada tubulus proksimal, reabsorpsi natrium juga berperan dalam reabsorpsi glukosa, asam amino, H2O, Cl-, dan urea. Pada ansa Henle pars ascsendens natrium direabsorpsi dalam bentuk garam NaCl. Pada tubulus distal dan pengumpul, reabsorpsi natrium dikontrol secara hormonal.
·  Glukosa dan asam amino direabsorpsi melalui transport aktif sekunder di tubulus proksimal.
·  Fosfat dan kalsium direabsorpsi secara aktif di tubulus proksimal dan dikontrol secara hormonal.
·  Ion Cl-, H2O, dan urea direabsorpsi secara pasif mengikuti reabsorpsi natrium di tubulus proksimal.

J.       Keadaan Kenyang dan Puasa :
Proses terjadinya kenyang dan Lapar :
Rasa lapar sebenarnya dipicu oleh peningkatan hormon Ghrelin dalam darah yang diproduksi oleh sel-sel dilambung. Puasa menyebabkan peningkatan produksi hormon Ghrelin ini di lambung. Ghrelin dalam penelitian menunjukkan efek positip terhadap sekresi dan kerja insulin. Ghrelin yang meningkat menyebabkan kerja insulin lebih bagus. Pada orang gemuk Ghrelin dalam darah rendah dan disinyalir memperburuk sinyal insulin. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ghrelin baik untuk membantu kerja insulin. Ini salah satu alasan tambahan mengapa rasa lapar itu penting untuk kita rasakan. Rasa lapar dan puasa akan cenderung meningkatkan produksi Ghrelin yang pada akhirnya penting untuk kesehatan metabolisme.

Pusat saraf yang mengatur asupan makanan
·      Nukleus lateral hipotalamus, berfungsi sebagai pusat makan
·      Nukleus ventromedial hipotalamus berperan sebagai pusat kenyang
·      Nukleus paraventrikular, dorsomedial, dan arkuata

Faktor-faktor yang mengatur jumlah asupan makanan
Pengaturan jumlah asupan makanan dapat dibagi menjadi :
·      Pengaturan jangka pendek
·      Pengisian saluran cerna menghambat perilaku makan
·      Faktor hormonal saluran cerna menghambat perilaku
Selain itu,adanya makanan dalam usus akan merangsang usus tersebut mensekresikan peptide mirip glucagon, yang selanjutnya akan meningkatkan sekresi insulin terkait glukosa dan sekresi dari pancreas, yang keduanya cendrung untuk menekan nafsu makan.  
·      Ghrelin, suatu hormone gastrointestinal meningkatkan perilaku makan
·      Reseptor mulut mengukur jumlah asupan makanan
·      Pengaturan jangka panjang

K.    Tanda dan Gejala Gangguan Nutrisi :
·      Berat badan dibawah ideal lebih dari 20%
·      Melaporkan intake makanan kurang dari kebutuhan tubuh yang dianjurkan.
·      Konjungtiva dan membran mukosa pucat
·      Lemah otot untuk menelan dan menguyah
·      Luka inflamasi pada rongga mulut
·      Suara usus hiperaktif

L.     Proses Keperawatan Pemenuhan  Kebutuhan Nutrisi :
1.      Pengkajian :
Pengkajian merupakan dasar utama proses keperawatan, pengkajian data terhadap pasien harus sistematis dan akurat. Dengan pengkajian dapat menentukan aktifitas untuk memecahkan masalah klien dan digunakan sebagai sumber data dasar yaitu data fisiologis, psikologis, sosiobudaya, perkembangan, dan spiritual.
Untuk mengkaji status nutrisi pasien dipaparkan pendekatan ABCD, yaitu:
a.      Anthropolometric measurement
b.      Biochemical data
c.       Clinical sign of nutrional status :
Klien dengan maslah nutrisi akan memperhatikan tanda-tanda abnormal tersebut bukan saja pada organ-organ fisiknya tetapi juga fisiologisnya. Tanda-tanda klinik untuk mengetahui status individu:
Organ / sistem tubuh
Tanda normal
Tanda abnormal
Rambut
Licin, berkilau, baik kering atau berminyak
Kusam, rontok, tumbuh tidak sempurna
Kulit
Halus, sedikit basah, tugor baik
Kering, pecah-pecah, bersisik
Mata
Bersih an bersinar, konjuntiva tidak pucat
Tidak bercahaya, konjungtiva pucat
Cardiovaskuler
HR, tensi, nadi, irama jantung teratur
HR, tensi tidak normal, irama jantung tidak teratur
Otot-otot
Kuat dan berkembang biak
Lembek dan berkembang tidak baik
Gastrointestinal
Nafsu makan baik, BAB/BAK teratur dan normal
Nafsu makan kurang, diare, sulit menelan, konstipasi
Aktifitas
Bersemangat, giat dan tidur normal
Energi kurang, lemah, susah tidur
Neurologi
Refleks normal, emosi dan perhatian baik
Refleks kurang, iritable, perhatian kurang, dan emosi labil

2.      Diagnosis Keperawatan : Diagnosis keperawatan yang dapat terjadi pada masalah kebutuhan nutrisi adalah:
a.      Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
Kemungkinan ditemukan data:
·      Meningkatkan kebutuhan kalori dan kesulitan mencerna secara berkelanjutan akibat penyakit infeksi, luka bakar, ataupun kanker
·      Disfagia akibat kelumpuhan serebral
·      Penurunan absorpsi nutrisi akibat toleransi laktosa
·      Penurunan nafsu makan
·      Sekresi berlebihan, baik melalui latihan fisik, muntah, diare, ataupun pengeluaran lainnya
·      Ketidakcukupan absorpsi akibat efek samping obat atau lainnya
·        Kesulitan mengunyah
b.      Perubahan nutrisi lebih dari kebutuhan nutrisi : klien dengan risiko atau actual mengkonsumsi makanan melebihi dari kebutuhan metabolism tubuh
Kemungkinan data yang ditemukan:
·      Perubahan pola kenyang akibat efek obat atau radiasi
·      Penurunan fungsi pengecap atau penciuman
·      Kurangnya pengetahuan tentang nutrisi
·      Penurunan kebutuhan metabolisme
·      Kelebihan asupan
·      Perubahan gaya hidup
3.      Perencanaan
Tujuan :
a.       Meningkatkan nafsu makan apabila nutrisi kurang
b.      Membantu memenuhi kebutuhan nutrisi
c.       Mempertahankan nutrisi melalui oral atau parental
d.      Rencana tindakan   :
·      Monitor perubahan factor yang menyebabkan terjadinya kekurangan kebutuhan nutrisi atau kelebihannya dan status kebutuhan nutrisi
·      Kurangi factor yang mempengaruhi perubahan nutrisi
·      Ajarkan untuk merencanakan makanan
·      Kaji tanda vital dan bising usus
·      Monitor glukosa, elektrolit, albumin, dan hemoglobin
·      Berikan pendidikan tentang cara diet, kebutuhan kalori, atau tindakan lainnya.

Tindakan pada gangguan kelebihan nutrisi secara umum dapat dilakukan dengan cara:
·      Hindari makanan yang mengandunf lemak
·      Berikan motivasi untuk menurunkaanberat badan
·      Lakukan program olah raga

4.      Implementasi
a.     Pemberian Nutrisi Melalui Oral : Pemberian nutrisi melaui oral merupakan tindakan keperawatan yang dilakukan pada klien yang tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi secara sendiri dengan cara membantu memberikan  makan.nutrisi melalui oral (mulut), bertujuan memenuhi kebutuhan nutrisi pasien dan membangkitkan selera makan pada klien.
b.      Pemberian Nutrisi Melalui Pipa Penduga/Lambung : Pemberian nutrisi melalui pipa penduga/lambung merupakan tindakan keperawatan yang dilakukan pada klien yang tidak mampu menelan dengan cara memberi makan melalui pipa lambung atau pipa penduga. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi klien.
c.       Pemberian Nutrisi Melalui Parenteral : Pemberian nutrisi melalui parenteral merupakan pemberian nutrisi berupa cairan infuse yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui darah vena, baik secara sentral (untuk nutrisi parenteral total) ataupun vena perifer (untuk nutrisi parental parsial). Pemberian nutrisi melalui parental dilakukan pada klien yang tidak bias makan melalui oral atau pipa nasograstik dengan tujuan untuk menunjang nutrisi sentral yang hanya memenuhi sebagian kebutuhan harian.

5.      Evaluasi
a.      Meningkatkan nafsu makan ditunjukkan dengan adanya kemampuan dalam makan serta adanya perubahan nafsu makan apabila terjadi kurang dari kebutuhan.
b.      Terpenuhinya kebutuhan nutrisi ditunjukkan dengan tidak adanya tanda kekurangan atau kelebihan berat badan
c.       Mempertahankan nutrisi melalui oral atau parenteral ditunjukkan dengan adanya proses pencernaan makanan yang adekuat


Tidak ada komentar:

Posting Komentar