A. Pengertian
Cairan Elektrolit :
Kebutuhan
cairan dan elektrolit adalah suatu proses dinamik karena metabolisme tubuh
membutuhkan perubahan yang tetap untuk melakukan respons terhadap keadaan fisiologis
dan lingkungan. Keseimbangan cairan adalah essensial bagi kesehatan. Dengan
kemampuannya yang sangat besar untuk menyesuaikan diri, tubuh mempertahankan
keseimbangan, biasanya dengan proses-proses faal (fisiologis) yang terintegrasi
yang mengakibatkan adanya lingkungan sel yang relatif konstan tapi dinamis.
Kemampuan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan cairan ini dinamakan
“homeostasis”.
B. Keseimbangan
Cairan dan Elektrolit :
Keseimbangan cairan tubuh adalah
keseimbangan antara jumlah cairan yang masuk dan keluar. Melalui mekanisme
keseimbangan, tubuh berusaha agar cairan didalam tubuh setiap waktu berada
dalam jumlah yang tetap/konstan. Ketidakseimbangan terjadi pada dehidrasi
(kehilangan air secara berlebihan) dan intoksikasi air (kelebihan air).
Konsumsi air terdiri atas air yang diminum dan yang diperoleh dari makanan,
serta air yang diperoleh sebagai hasil metabolisme. Air yang keluar dari tubuh
termasuk yang dikeluarkan sebagai urin, air didalam feses, dan air yang
dikeluarkan melalui kulit dan paru-paru. Keseimbangan air rata-rata berupa
masukan dan ekskresi dapat dilihat pada tabel berikut :
|
Masukan Air
|
Jumlah (ml)
|
Ekskresi /Keluaran Air
|
Jumlah (ml)
|
|
Cairan
|
550-1500
|
Ginjal
|
500-1400
|
|
Makanan
|
700-1000
|
Kulit
|
450-900
|
|
Air metabolik
|
200-300
|
Paru-paru
|
350
|
|
Feses
|
150
|
||
|
Jumlah
|
1450-2800
|
1450-2800
|
Sumber : Almatsier (2001) disitasi
dari Whitney et al. (1993) Understanding Nutrition
Air
dibuang dari tubuh melalui air seni, keringat, dan penguapan air melalui alat
pernapasan yaitu sebagai sarana transportasi zat gizi dan oksigen ke seluruh
tubuh. Aktivitas tubuh akan selalu mengeluarkan cairan dalam bentuk keringat,
urin, feses dan nafas. Tubuh akan kehilangan cairan sekitar 2.5 liter setiap
hari. Untuk menjaga agar kondisi dan fungsi cairan tubuh tidak terganggu,
kehilangan tersebut harus diganti. Jika tubuh tidak cukup mendapatkan air atau
kehilangan air maka akan menimbulkan dehidrasi.
Pada
aktivitas fisik biasa, tubuh kehilangan air sebanyak 2,5 liter per hari,
sebagian besar (60%) dikeluarkan melalui air seni. Pada peningkatan aktivitas
fisik, misalnya berolahraga, kehilangan air mencapai 1-2 liter per jam,
sebagian besar (95%) dikeluarkan melalui keringat. Banyaknya air yang hilang
tergantung pada intensitas aktivitas fisik, dan suhu dan kelembaban. Makin
besar intensitas latihan, suhu dan kelembaban, akan semakin besar kehilangan
air.
C. Hormon-hormon
yang terkait dengan Keseimbangan cairan dan elektrolit :
1.
ADH
Hormon utama yang mempengaruhi keseimbangan cairan dan elektrolit adalah
ADH danAldosteron. Keadaan kekurangan air akan meningkatkan
osmolitas darah dan keadaan ini akandirespon
oleh kelenjar hipofisis dengan melepaskan ADH. ADH akan menurunkan produksi
urinedengan cara meningkatkan
reabsorpsi air oleh tubulus ginjal. Selama periode sementarakekurangan
volume cairan, seperti yang terjadi pada muntah dan diare atau perdarahan,
jumlahADH di dalam darah meningkat. Akibatnya, reabsorpsi air oleh tubulus
ginjal meningkat dan air akan
dikembalikan ke dalam volume darah sirkulasi. Dengan demikian haluaran urine
akan berkurang sebagai respon terhadap kerja Hormon ADH ini.
2.
ALDOSTERON
Aldosteron merupakan suatu mineralokortikoid yang diproduksi oleh korteks
adrenal.Aldosteron mengatur keseimbangan
natrium dan kalium dengan menyebabkan tubulus ginjalmengekskresi kalium dan
mengabsorpsi natrium. Akibatnya, air juga akan direabsorpsi dandikembalikan
ke volume darah. Kekurangan volume cairan, misalnya karena perdarahan ataukehilangan cairan pencernaan dapat mensekresi
aldosteron ke dalam darah.
3.
GLUKOKORTIKOID
Hormon kelas
tiga, Glukokortikoid, memengaruhi keseimbangan air dan elektrolit. Sekresihormon glukokortikoid secara normal tidak
menyebabkan ketidakseimbangan cairan utama, namunkelebihan hormon di dalam
sirkulasi dapat menyebabkan tubuh menahan natrium dan air yang kitakenal
sebagai sindrom Cushing.
KESEIMBANGAN ASAM BASA
TUBUH
· Keseimbangan
asam basa adalah homeostasis dari kadar ion hidrogen dalam tubuh
· Kadar
normal ion hidrogen (H) arteri adalah: 4x10-8 atau pH = 7,4 (7,35 – 7,45)
· Asidosis
= asidemia → kadar pH darah <7,35 Alkalemia = alkalosis → kadar pH darah
>7,45
· Kadar
pH darah <6,8 atau >7,8 tidak dapat diatasi oleh tubuh
Sistem
Buffer Tubuh
·
Sistem buffer ECF →
asam karbonat-bikarbonat (NaHCO3 dan H2CO3)
·
Sistem buffer ICF →
fosfat monosodium-disodium (Na2HPO4 dan NaH2PO4)
·
Sistem buffer ICF
eritrosit → oksihemoglobin-hemoglobin (HbO2- dan HHb)
·
Sistem buffer ICF dan
ECF → protein (Pr- dan HPr)
·
Pertahanan pH darah
normal tercapai melalui kerja gabungan dari buffer darah, paru dan ginjal
·
Persamaan Handerson
Hasselbach:
20 [HCO3-]
pH = 6,1 + log ---------------------
1PaCO2
pH = 6,1 + log ---------------------
1PaCO2
·
[HCO3-] → faktor
metabolik, dikendalikan ginjal
·
PaCO2 → faktor
respiratorik, dikendalikan paru
·
pH 6,1 → efek buffer
dari asam karbonat-bikarbonat
·
Selama perbandingan
[HCO3-] : PaCO2 = 20 : 1 → pH darah selalu = 6,1 + 1,3 = 7,4
Gangguan
Asam Basa darah
·
Asidosis metabolik
[HCO3-] ↓ dikompensasi dengan PaCO2 ↓
·
Alkalosis metabolik
[HCO3-] ↑ dikompensasi dengan PaCO2↑
·
Asidosis respiratorik
PaCO2↑ dikompensasi dengan [HCO3-] ↑
·
Alkalosis respiratorik
PaCO2↓ dikompensasi dengan [HCO3-] ↓
E. Tanda
dan Gejala Gangguan Cairan dan Elektrolit :
Tanda dan gejala umum
defisit cairan dan elektrolit, adalah :
· Turgor
jelek (kembali lebih dari 5 detik)
· Kulit
dan selaput lendir jelek
· Berat
badan menurun
· Output
urine menurun akibat produksi urine menurun
· Rasa
lemah serta lemas
· Gemetar
dan pucat
· Taclicardi
dan dyspnca
· Eritrosit
dan Hb serta Hematrokit meningkat
· Ubun-ubun
cekung
· Pada
keadaan yang lebih buruk terjadi shok hypavole
Tanda dan gejala yang khas pada keadaan defisit
cairan dan elektrolit adalah:
·
Kalium
·
Hypokolemia : Mual, muntah,
aritmia, kembung dan otot yang lembek dan kendor.
·
Hyperkolemia :
Mual, kejang perut, oligerta, takikardi dan akhirnya bradikardi lemas dan
F. Proses
Keperawatan Pemenuhan Kebutuhan Cairan dan Elektrolit :
1. Pengkajian
Pengkajian keperawatan
secara umum pada pasien dengan gangguan atau resiko gangguan keseimbangan cairan
dan elektrolit meliputi :
· Kaji
riwayat kesehatan dan kepearawatan untuk identifikasi penyebab gangguan keseimbangan
cairan dan elektrolit
· Kaji
manifestasi klinik melalui :
- Timbang berat badan klien setiap hari
- Monitor vital sign
- Kaji intake output
- Timbang berat badan klien setiap hari
- Monitor vital sign
- Kaji intake output
· Lakukan
pemeriksaan fisik meliputi :
- Kaji turgor kulit, hydration, temperatur tubuh dan neuromuskuler irritability.
- Auskultasi bunyi /suara nafas
- Kaji prilaku, tingkat energi, dan tingkat kesadaran
- Kaji turgor kulit, hydration, temperatur tubuh dan neuromuskuler irritability.
- Auskultasi bunyi /suara nafas
- Kaji prilaku, tingkat energi, dan tingkat kesadaran
· Review
nilai pemeriksaan laboratorium : Berat jenis urine, PH serum, Analisa Gas
Darah, Elektrolit serum, Hematokrit, BUN, Kreatinin Urine.
Darah, Elektrolit serum, Hematokrit, BUN, Kreatinin Urine.
2. Diagnosis
Keperawatan
Diagnosis keperawatan
yang umum terjadi pada klien dengan resiko atau gangguan keseimbangan cairan
dan elektrolit adalah :
· Pola
nafas tidak efektif berhubungan dengan ansietas, gangguan mekanisme
pernafasan, abnormalitas nilai darah arteri
pernafasan, abnormalitas nilai darah arteri
· Penurunan
kardiak output berhubungan dengan dysritmia kardio, ketidakseimbangan
elektrolit
elektrolit
· Gangguan
keseimbangan volume cairan : kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan
dengan diare, kehilangan cairan lambung, diaphoresis, polyuria.
dengan diare, kehilangan cairan lambung, diaphoresis, polyuria.
· Gangguan keseimbangan cairan tubuh : berlebih
bwerhubungan dengan anuria,
penurunan kardiak output, gangguan proses keseimbangan, Penumpukan cairan di
ekstraseluler.
penurunan kardiak output, gangguan proses keseimbangan, Penumpukan cairan di
ekstraseluler.
· Kerusakan
membran mukosa mulut berhubungan dengan kekurangan volume cairan
· Gangguan
integritas kulit berhubungan dengan dehidrasi dan atau edema
· Gangguan
perfusi jaringan berhubungan dengan edema
3. Intervensi
Keperawatan
Intervensi keperawatan
yang umum dilakukan pada pasien gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit
adalah :
a. Atur
intake cairan dan elektrolit
b. Berikan
therapi intravena (IVFD) sesuai kondisi pasien dan intruksi dokter dengan
memperhatikan : jenis cairan, jumlah/dosis pemberian, komplikasi dari tindakan
memperhatikan : jenis cairan, jumlah/dosis pemberian, komplikasi dari tindakan
c. Kolaborasi
pemberian obat-obatan seperti :deuretik, kayexalate.
d. Provide
care seperti : perawatan kulit, safe environment.
4. Evaluasi/Kreteria
hasil :
Kreteria hasil meliputi :
• Intake dan output dalam batas keseimbangan
• Elektrolit serum dalam batas normal
• Vital sign dalam batas normal.
Kreteria hasil meliputi :
• Intake dan output dalam batas keseimbangan
• Elektrolit serum dalam batas normal
• Vital sign dalam batas normal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar