Kamis, 03 Desember 2015

Pemenuhan Kebutuhan Cairan dan Elektrolit Sesuai Tumbuh Kembang

A.    Pengertian Cairan Elektrolit :
Kebutuhan cairan dan elektrolit adalah suatu proses dinamik karena metabolisme tubuh membutuhkan perubahan yang tetap untuk melakukan respons terhadap keadaan fisiologis dan lingkungan. Keseimbangan cairan adalah essensial bagi kesehatan. Dengan kemampuannya yang sangat besar untuk menyesuaikan diri, tubuh mempertahankan keseimbangan, biasanya dengan proses-proses faal (fisiologis) yang terintegrasi yang mengakibatkan adanya lingkungan sel yang relatif konstan tapi dinamis. Kemampuan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan cairan ini dinamakan “homeostasis”.

B.     Keseimbangan Cairan dan Elektrolit :
Keseimbangan cairan tubuh adalah keseimbangan antara jumlah cairan yang masuk dan keluar. Melalui mekanisme keseimbangan, tubuh berusaha agar cairan didalam tubuh setiap waktu berada dalam jumlah yang tetap/konstan. Ketidakseimbangan terjadi pada dehidrasi (kehilangan air secara berlebihan) dan intoksikasi air (kelebihan air). Konsumsi air terdiri atas air yang diminum dan yang diperoleh dari makanan, serta air yang diperoleh sebagai hasil metabolisme. Air yang keluar dari tubuh termasuk yang dikeluarkan sebagai urin, air didalam feses, dan air yang dikeluarkan melalui kulit dan paru-paru. Keseimbangan air rata-rata berupa masukan dan ekskresi dapat dilihat pada tabel berikut :





Masukan Air
Jumlah (ml)
Ekskresi /Keluaran Air
Jumlah (ml)
Cairan
550-1500
Ginjal
500-1400
Makanan
700-1000
Kulit
450-900         
Air metabolik
200-300
Paru-paru
350
Feses
150
Jumlah
1450-2800
1450-2800
Sumber : Almatsier (2001) disitasi dari Whitney et al. (1993) Understanding Nutrition
Air dibuang dari tubuh melalui air seni, keringat, dan penguapan air melalui alat pernapasan yaitu sebagai sarana transportasi zat gizi dan oksigen ke seluruh tubuh. Aktivitas tubuh akan selalu mengeluarkan cairan dalam bentuk keringat, urin, feses dan nafas. Tubuh akan kehilangan cairan sekitar 2.5 liter setiap hari. Untuk menjaga agar kondisi dan fungsi cairan tubuh tidak terganggu, kehilangan tersebut harus diganti. Jika tubuh tidak cukup mendapatkan air atau kehilangan air maka akan menimbulkan dehidrasi.
Pada aktivitas fisik biasa, tubuh kehilangan air sebanyak 2,5 liter per hari, sebagian besar (60%) dikeluarkan melalui air seni. Pada peningkatan aktivitas fisik, misalnya berolahraga, kehilangan air mencapai 1-2 liter per jam, sebagian besar (95%) dikeluarkan melalui keringat. Banyaknya air yang hilang tergantung pada intensitas aktivitas fisik, dan suhu dan kelembaban. Makin besar intensitas latihan, suhu dan kelembaban, akan semakin besar kehilangan air.
C.     Hormon-hormon yang terkait dengan Keseimbangan cairan dan elektrolit :
1.      ADH
Hormon utama yang mempengaruhi keseimbangan cairan dan elektrolit adalah ADH danAldosteron. Keadaan kekurangan air akan meningkatkan osmolitas darah dan keadaan ini akandirespon oleh kelenjar hipofisis dengan melepaskan ADH. ADH akan menurunkan produksi urinedengan cara meningkatkan reabsorpsi air oleh tubulus ginjal. Selama periode sementarakekurangan volume cairan, seperti yang terjadi pada muntah dan diare atau perdarahan, jumlahADH di dalam darah meningkat. Akibatnya, reabsorpsi air oleh tubulus ginjal meningkat dan air akan dikembalikan ke dalam volume darah sirkulasi. Dengan demikian haluaran urine akan berkurang sebagai respon terhadap kerja Hormon ADH ini.

2.      ALDOSTERON
Aldosteron merupakan suatu mineralokortikoid yang diproduksi oleh korteks adrenal.Aldosteron mengatur keseimbangan natrium dan kalium dengan menyebabkan tubulus ginjalmengekskresi kalium dan mengabsorpsi natrium. Akibatnya, air juga akan direabsorpsi dandikembalikan ke volume darah. Kekurangan volume cairan, misalnya karena perdarahan ataukehilangan cairan pencernaan dapat mensekresi aldosteron ke dalam darah.

3.      GLUKOKORTIKOID
Hormon kelas tiga, Glukokortikoid, memengaruhi keseimbangan air dan elektrolit. Sekresihormon glukokortikoid secara normal tidak menyebabkan ketidakseimbangan cairan utama, namunkelebihan hormon di dalam sirkulasi dapat menyebabkan tubuh menahan natrium dan air yang kitakenal sebagai sindrom Cushing.

D.    Keseimbangan Asam dan Basa :
KESEIMBANGAN ASAM BASA TUBUH
·      Keseimbangan asam basa adalah homeostasis dari kadar ion hidrogen dalam tubuh
·      Kadar normal ion hidrogen (H) arteri adalah: 4x10-8 atau pH = 7,4 (7,35 – 7,45)
·      Asidosis = asidemia → kadar pH darah <7,35 Alkalemia = alkalosis → kadar pH darah >7,45
·      Kadar pH darah <6,8 atau >7,8 tidak dapat diatasi oleh tubuh
Sistem Buffer Tubuh
·       Sistem buffer ECF → asam karbonat-bikarbonat (NaHCO3 dan H2CO3)
·       Sistem buffer ICF → fosfat monosodium-disodium (Na2HPO4 dan NaH2PO4)
·       Sistem buffer ICF eritrosit → oksihemoglobin-hemoglobin (HbO2- dan HHb)
·       Sistem buffer ICF dan ECF → protein (Pr- dan HPr)
·       Pertahanan pH darah normal tercapai melalui kerja gabungan dari buffer darah, paru dan ginjal
·       Persamaan Handerson Hasselbach:
20 [HCO3-]
pH = 6,1 + log ---------------------
                           1PaCO2
·       [HCO3-] → faktor metabolik, dikendalikan ginjal
·       PaCO2 → faktor respiratorik, dikendalikan paru
·       pH 6,1 → efek buffer dari asam karbonat-bikarbonat
·       Selama perbandingan [HCO3-] : PaCO2 = 20 : 1 → pH darah selalu = 6,1 + 1,3 = 7,4
Gangguan Asam Basa darah
·       Asidosis metabolik [HCO3-] ↓ dikompensasi dengan PaCO2 ↓
·       Alkalosis metabolik [HCO3-] ↑ dikompensasi dengan PaCO2↑
·       Asidosis respiratorik PaCO2↑ dikompensasi dengan [HCO3-] ↑
·       Alkalosis respiratorik PaCO2↓ dikompensasi dengan [HCO3-] ↓

E.     Tanda dan Gejala Gangguan Cairan dan Elektrolit :
Tanda dan gejala umum defisit cairan dan elektrolit, adalah :
·      Turgor jelek (kembali lebih dari 5 detik)
·      Kulit dan selaput lendir jelek
·      Berat badan menurun
·      Output urine menurun akibat produksi urine menurun
·      Rasa lemah serta lemas
·      Gemetar dan pucat
·      Taclicardi dan dyspnca
·      Eritrosit dan Hb serta Hematrokit meningkat
·      Ubun-ubun cekung
·      Pada keadaan yang lebih buruk terjadi shok hypavole
Tanda dan gejala yang khas pada keadaan defisit cairan dan elektrolit adalah:
·      Kalium
·      Hypokolemia : Mual, muntah, aritmia, kembung dan otot yang lembek dan kendor.
·      Hyperkolemia  :  Mual, kejang perut, oligerta, takikardi dan akhirnya bradikardi lemas dan
F.      Proses Keperawatan Pemenuhan Kebutuhan Cairan dan Elektrolit :
1.    Pengkajian
Pengkajian keperawatan secara umum pada pasien dengan gangguan atau resiko gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit meliputi :
·      Kaji riwayat kesehatan dan kepearawatan untuk identifikasi penyebab gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit
·      Kaji manifestasi klinik melalui :
- Timbang berat badan klien setiap hari
- Monitor vital sign
- Kaji intake output
·      Lakukan pemeriksaan fisik meliputi :
- Kaji turgor kulit, hydration, temperatur tubuh dan neuromuskuler irritability.
- Auskultasi bunyi /suara nafas
- Kaji prilaku, tingkat energi, dan tingkat kesadaran
·      Review nilai pemeriksaan laboratorium : Berat jenis urine, PH serum, Analisa Gas
Darah, Elektrolit serum, Hematokrit, BUN, Kreatinin Urine.

2.    Diagnosis Keperawatan
Diagnosis keperawatan yang umum terjadi pada klien dengan resiko atau gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit adalah :
·      Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan ansietas, gangguan mekanisme
pernafasan, abnormalitas nilai darah arteri
·      Penurunan kardiak output berhubungan dengan dysritmia kardio, ketidakseimbangan
elektrolit
·      Gangguan keseimbangan volume cairan : kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan
dengan diare, kehilangan cairan lambung, diaphoresis, polyuria.
·       Gangguan keseimbangan cairan tubuh : berlebih bwerhubungan dengan anuria,
penurunan kardiak output, gangguan proses keseimbangan, Penumpukan cairan di
ekstraseluler.
·      Kerusakan membran mukosa mulut berhubungan dengan kekurangan volume cairan
·      Gangguan integritas kulit berhubungan dengan dehidrasi dan atau edema
·      Gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan edema

3.    Intervensi Keperawatan
Intervensi keperawatan yang umum dilakukan pada pasien gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit adalah :
a.    Atur intake cairan dan elektrolit
b.    Berikan therapi intravena (IVFD) sesuai kondisi pasien dan intruksi dokter dengan
memperhatikan : jenis cairan, jumlah/dosis pemberian, komplikasi dari tindakan
c.    Kolaborasi pemberian obat-obatan seperti :deuretik, kayexalate.
d.   Provide care seperti : perawatan kulit, safe environment.

4.    Evaluasi/Kreteria hasil :
Kreteria hasil meliputi :
• Intake dan output dalam batas keseimbangan
• Elektrolit serum dalam batas normal
• Vital sign dalam batas normal.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar